27 Juli 2008

Intan Berduri

Demi sebuah intan yang ukuran-nya sebesar kelereng bisa membuat orang saling membunuh. Seperti yang terjadi di Liberia, sebuah negara miskin yang carut-marut karena perang saudara yang berkepanjangan ditambah lagi sejak diketemukan sebuah intan sebesar kelereng di sebuah tambang intan, orang-orang berebut untuk saling memiliki. Rezim penguasa pun malah ikut-ikutan menguasai tambang itu untuk membiayai angkatan perang-nya. Celah ini pun tidak disia-siakan pedagang intan dari benua eropa. Apalagi harga intan di pasar gelap mencapai jutaan dollar. Para pedagang berlomba-lomba untuk mendapatkan kontrak dari rezim yang berkuasa, tentunya dengan imbalan uang dan senjata yang diminta sama rezim penguasa. Makanya intan yang berasal dari negara itu dijuluki “Blood Diamond”, karena untuk mendapatkan-nya harus bermandikan darah dari penduduk setempat.

Batu intan termasuk benda paling menarik dan disukai kaum Hawa di muka bumi ini. Ia memang memberi pesona dan kebanggaan tersendiri.

Lalu, Bagaimana asal-asul orang mengenal intan?

Sejak dulu para raja dan putri istana India memakai intan sebagai azimat atau perhiasan. Kalo gak percaya coba dech liat film India, pasti para wanita-nya suka memakai perhiasaan yang mecolok. Penyerbuan Iskandar Zulkarnain ke India, mengakibatkan dikenalnya batu intan di Eropa. Sejak saat itulah batu-batu intan mulai terkenal di Eropa. Lebih-lebih sekitar tahun 200 SM perdagangan antara Barat-Timur mulai berlangsung, menyebabkan pendapatan atau pengetahuan tentang batu intan berkembang.

Awalnya bangsa Eropa tidak mempergunakannya sebagai perhiasan, tetapi sebagai azimat. Ataupun hanya menyimpannya karena kagum akan warna dan keindahannya. Baru pada awal abad ke XV mulailah batu intan digunakan sebagai perhiasan, digosok menurut bentuk yang diinginkannya.

Betulkah ada kekuatan dan keanehan pada batu-batu intan itu?

Berikut keanehan dan kekuatan batu intan itu:

1. Intan Kohinor

Intan ini cukup kesohor, namanya berasal dari kata Persia berarti “Cahaya Gunung”. Ditemukan di tambang intan di India Selatan. Intan indah ini berwarna biru keputih-putihan. Ia mempunyai daya, bahwa siapa saja yang memilikinya akan memerintah dunia, serta kedudukannya akan tinggi dan dihormati.

Pada saat ditemukan intan ini berkadar 1000 karat ( buseet dah!! Kalo gue punya kayak beginian,gue bisa beli pulau!! ). Akan tetapi entah knapa terjadi penyusutan – mungkin dipecah-pecah – akhirnya sebagian menjadi hiasan mahkota Ratu Elizabeth sampai sekarang.

Tidak diketahui jelas awal mulanya, tiba-tiba pada abad XIV Kohinor menjadi milik raja-raja dinasti Mogul. Kohinor dimiliki secara bergantian oleh putri-putri atau pangeran-pangeran dari India. Tapi tak tahu persis bagaimana awal mulanya, Kohinor tiba-tiba dipersembahkan kepada Ratu Victoria. Dan sejak itu menjadi milik turun-temurun keluarga Istana Buckingham ( Dasar Penjajah!! )

2. Intan Hapsburg

Disebut juga “Batu Putih Biru” yang berarti intan yang mendatangkan penyakit. Warnanya biru keputih-putihan, suatu campuran warna pesona, berkadar 11 karat ( ?? ). Berdasarkan riwayat, Hapsburg mula-mula milik Ogadai, paman Kubilai Khan. Ketika Marcopolo berkunjung ke Tiongkok, batu mulia itu diberikan sebagai hadiah.

Setelah itu batu intan itu menjadi milik raja-raja Austria. Ketika berada di tangan Raja Rudolf ( abad XVI ) banyak peristiwa menyedihkan menimpa keluarga kerajaan. Keruwetan mencapai puncaknya. Pembunuhan terhadap Hertog Ferdinand di Sarajevo berlangsung cukup menyedihkan.

Akhirnya intan ini menjadi salah satu koleksi berharga Raja Farouk di Mesir. Rupanya Hapsburg kalah ‘pamor’ dengan intan-intan lain, sehingga agak lama tidak ‘bertingkah’. Tapi “pamor” Hapsburg tiba-tiba berlangsung lagi , Raja Farouk digulingkan oleh Jenderal Muhammad Nagouib pada tanggal 23 Juli 1952.

3. Intan Biru

Dijuluki juga sebagai The Blue Diamond “Intan Biru”. Ia berkadar karat 112 dan berasal dari India puluhan abad yang lalu. Pada tahun 1642 ia menjadi milik seorang pedagang kaya. Intan biru ini diberdaya kecelakaan, karena siapa saja yang memilikinya tentu mendapatkan kecelakaan.

Karena membawa sial, intan ini dijual ke Raja Louis XIV dari Perancis. Begitu ada kekacauan Revolusi Perancis maka batu intan itu dicuri orang dengan kejam dan ganas.

Sudah berakhir? Belum, intan ini masih melahap korban-nya. Namun sial, sewaktu dilarikan menyeberangi lautan Atlantik kapalnya tenggelam. Ada orang kaya yang berusaha mencarinya ke dasar lautan atlantik. Usahanya berhasil, tapi apes-nya, dia celaka, dua hari setelah memilikinya ia mati dibunuh orang. Konon, setelah melalui berbagai kejahatan lagi, The Blue Diamond mengkahiri riwayatnya bersama dengan tenggelamnya kapal Titanic.

4. Intan Harapan

Batu lainnya adalah Hope Diamond “Harapan”. Para ahli mengira intan itu adalah sebagian dari The Blue Diamond. Warnanya biru berkadar 44,5 karat. Kebanyakan orang takut membeli intan itu karena menghubungkannya dengan The Blue Diamond tadi. Cuma seorang saja yang nekat membelinya, yakni Henry Thomas Hope, seorang banker kaya. Tidak seperti yang diduga ternyata si Hope malah bertambah kaya dan bertambah pula untungnya memiliki batu agung ini. Setelah banyak yang menerima warisan dan ternyata mendapatkan keuntungan dan pembawa keselamatan, maka cocok dinamai Hope Diamond atau Intan Harapan.

Benar atau tidak intan-intan itu mempunyai keajaiban, kekuatan dan keanehan, tapi nyatanya riwayatnya memang demikian.


Kalo diberi pilihan didepan mata, kamu mau pilih yang mana diantara ke-empat itu? Pasti milih yang nomor 4……tapi masalahnya, apa kamu sanggup membeli-nya??

Sumber : Diamonds and Their Stories ( Thomas Eichler )

0 komentar: