
Sudah pernah nonton The Dark Knight, sekuel Batman yang terbaru? Gue yakin pasti udah nonton, film ini nomor satu box Office minggu pertama penayangannya serentak di seluruh gedung bioskop Amerika Serikat. Dan film ini banyak dibahas di milis-milis karena seru-nya pertarungan sang Superhero dengan musuh utamanya Joker. Film ini nyaris gak bisa ditebak jalan ceritanya. Seru dech..!!! Para movie mania banyak yang menebak-nebak kira-kira siapa pengganti sang Joker nanti bila ada sekuel ke tiga lanjutan film Batman ini karena pemeran utama Joker ( Heathe Ledger ) benar-benar udah tewas gara-gara overdosis narkoba. Sang joker yang diperankan sangat apik oleh Heath Ledger ini aktingnya bener-bener bermental psikopat dan gokil abis. Sangat sulit nyari pengganti sang Joker ini bila produser-nya menginginkan Joker ditampilkan lagi. Mungkin hanya dia yang bisa menyaingi akting Jack Nicholson, yang memerankan tokoh serupa di film Batman terdahulu.
Film yang berdurasi kurang lebih 2,5 jam ini dibuka dengan Joker dan anak buahnya merampok sebuah bank di tengah kota Gotham, mereka merampok uang yang ada di ruang baja dan hanya menyisakan beberapa lembar dolar di ruang baja itu agar keberadaan Joker diketahui aparat Polisi dan Batman. Lebih konyol lagi, setelah anak buah-nya menyelesaikan tugas maka satu sama lain harus mengeksekusi teman-nya agar bagian hasil merampok lebih banyak. Itulah ciri khas The Joker. Ternyata Joker mempunyai maksud untuk membikin kacau kota Gotham dengan aksi terror-nya. Uang yang dirampok itu milik Mafioso yang menyimpan asetnya di bank. Tentunya pemilik uang marah besar dan memburu Joker dan anak buahnya.
Dilain pihak, kota Gotham telah memiliki pahlawan baru yaitu Asisten Jaksa Wilayah Kota Gotham Harvey Dent ( diperankan Aaron Eckhart ). Sang Asisten sedang giat-giatnya memberangus kejahatan terorganisir seperti mafia dengan cara menyeret mereka ke penjara mulai dari kelas teri sampe para big boss-nya. Tentu saja ini membuat para mafia menjadi gerah. Selama ini kota Gotham dilindungi Sang Ksatria Gelap, Batman yang selalu keluar menumpas kejahatan di malam hari. Warga kota merasa aman dan terlindungi. Berbagai cara dilakukan para mafia agar lolos dari jerat hukum, dari cara menyogok sampai cara kekerasan. Sang Asisten ini tak pandang bulu menyikat abis para pentolan mafia.
Disaat Harvey ini sibuk menyeret para penjahat, muncul Joker yang memperkeruh suasana. Joker mengacak-acak keamanan dan ketentraman kota Gotham. Dia mengancam akan menghancurkan Rumah Sakit umum, meledakkan kapal feri dan meruntuhkan jembatan dengan bom. Lebih gila lagi, dia melakukannya bukan untuk uang dan pantang bernegosiasi tapi untuk bikin anarkhi di kota Gotham. Mmhh....inilah kenapa The Dark Knight jadi Box Office. Aksi kegilaan sang Joker-lah yang menjadi daya tarik film ini. Jauh banget ama film Batman terdahulu.
Anak buah bos mafia berhasil menculik Harvey Dent, Asisten Jaksa dan seorang polisi wanita bernama Rachel ( Maggie Gyllenhaal ) yang juga mantan kekasih Bruce Wayne alias Batman, kedua orang ini diculik karena ada oknum polisi yang disuap mafia. Disaat yang sama pula, Joker berhasil dibekuk seorang Polisi Kapten Gordon dan ditahan di kantor polisi. Joker diinterogerasi abis-abisan ama Batman. Ada yang menarik disini, emosi sang Superhero bener-bener memuncak dan menghajar Joker di ruang tahanan Polisi. Baru kali ini gue liat superhero marah besar dengan menghajar abis-abisan. Batman memaksa Joker untuk memberitahu dimana lokasi 2 sahabat-nya diculik. Joker malah cengengesan aja dihajar dan memberi tau bahwa sebuah bom telah terpasang di kedua teman-nya itu yang masing-masing dipisah.
Akhirnya tanpa pikir panjang Batman bergegas menyelematkan Asisten Jaksa dan Teman wanita yang satunya akan diselamatkan polisi Gordon. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih...Wanita itu tewas akibat ledakan dari bom itu dan Asisten Jaksa Harvey berhasil diselamatkan meski dengan cacat di sebelah wajah akibat terkena api yang menyulut dari ledakan.
Mengetahui kekasihnya tewas, Harvey marah besar dan dendam terhadap Joker. Disinilah kepiawaian Joker membuat Sang Asisten Jaksa terbujuk dan percaya semua omongan yang meluncur dari mulutnya. Joker berhasil membuat Harvey berbalik dendam sama polisi dan mafia yang membuat kehidupannya hancur.
Dengan wajah-nya yang cacat sebelah, Harvey mendatangi satu per-satu oknum polisi yang mengkhianati dia dan mafia yang bersekongkol dan langsung mengeksekusi-nya. Harvey menuntut keadilan atas apa yang telah terjadi atas dirinya. Apa yang telah dia perjuangkan udah hancur berkeping-keping.
Ada pelajaran positif disini, batas antara benar dan salah tipis sekali,kadang-kadang malah terkesan kabur. Oknum polisi disuap ama mafia, dan kebetulan sekali oknum polisi membutuhkan biaya berobat di rumah sakit untuk ibunya. Jadilah oknum ini berkhianat demi materi. Sepertinya ini jamak terjadi di Indonesia, mungkin konteks-nya lain tapi mirip.
Berbanding terbalik dengan asisten jaksa yang dengan gigih dan tak takut ancaman, menyeret satu per satu para pentolan mafia ke dalam penjara. Klasik yah dan terkesan mengada-ada. Nama-nya juga film,mana ada yang bener-bener terjadi. Tapi akhirnya sang Asisten Jaksa ini harus menerima kenyataan pahit, terkubur atas ambisinya sendiri yang dia bangun dengan susah payah. Emang terkadang apa yang kita perjuangan tidak sesuai dengan kenyataan. Pahit memang.
Adakah yang seperti itu di Indonesia? Sebuah Asa yang mungkin sulit terwujud...mau tau knapa? Liat aja berita koran yang heboh akhir-akhir ini yang mengangkat kasus suap. Jaksa jadi tersangka gara-gara uang suap dari obligor kasus BLBI. Udah lagi ketangkep basah nerima duit di sebuah mall....paraaah...kemana moral para aparat penegak hukum di indonesia?? bukannya menjatuhkan hukuman seberat-beratnya..eh malah menikmati duitnya. Siapa sih yang gak butuh duit? Setan aja melek kalo urusan beginian..heheeh....tapi caranya jangan sampe begitu dech. Masih ada cara lain koq untuk nyari duit agar dapur tetap ngebul.
Meskipun hanya terjadi di film. Layak kita contoh apa yang dilakukan Asisten Jaksa Harvey Dent. Mungkin gak sama persis tapi harus ada yang memulainya kalo ingin negeri ini pengin hukum sebagai panglima dan nurani sebagai motor penggeraknya. Jangan sampe ada Joker-Joker bermunculan yang ikut memperkeruh dan menimbulkan anarkhi. Kalo gue boleh mengibaratkan Joker itu seperti Politikus di negeri ini, hanya bisa membuat statement yang bikin keruh dan tertawa disaat rakyat ini kesusahan.
Kira2 sapa yang mau jadi Superhero BATMAN-nya????

Tidak ada komentar:
Posting Komentar