06 Juni 2008

Pengguna Busway Tidak Mempunyai Pilihan

Gue yakin pengguna busway pasti mengalami hal-hal yang menjengkelkan selama menggunakan jasa moda tranportasi darat ini. Mulai dari pelayanan sampai kondisi jalan yang dilalui tidak layak. Konsumen tidak berdaya menghadapi kenyataan ini selain pasrah karena tidak memiliki alternatif lain selain busway. Apalagi dengan semakin mahalnya BBM, diiringi kenaikan tarif angkutan sebesar 30% yang sudah cukup memberatkan masyarakat yang mayoritas kalangan bawah. Mereka pasti akan beralih menggunakan busway karena angkutan yang satu ini tidak menaikan tarif karena menggunakan BBG ( Bahan Bakar Gas ) atau memang hanya BBG saja yang tidak naik??

Gue tiap hari menggunakan jasa busway mulai merasakan kenaikan jumlah penumpang yang lumayan banyak tapi kenapa jumlah armada busway-nya koq gak ditambah?? aneh!! Jumlah penumpang gak seimbang dengan jumlah armadanya. Bayangin aja, satu bus dimuati lebih dari 85 orang ( Di jendela bus tertulis jumlah maksimal 85 orang ). Saling berdesakkan gak ada bedanya dengan bus kota ato metromini, bedanya cuma pake AC doank.

Pihak busway gak bisa mengantisipasi kepadatan penumpang jam-jam tertentu. Biasanya penumpang akan padat pada saat berangkat kantor sekitar jam 6.30 pagi dan saat pulang kantor jam 5 sore keatas ( jam-jam beginilah yang bisa membuat gue stress ). Pulang cepet dari kantar gak enak ama bos, pulang telat terjebak kepadatan penumpang. Gue ngantri nunggu busway aja bisa setengah jam lebih ( gue ngantri di koridor 3 : Harmoni - Kalideres ) dan itupun belom tentu gue dapat giliran masuk bus. Masih harus nunggu lagi bus dibelakangnya. Nyaris bisa memakan satu setengah jam nungguin-nya.

Ada rencana akan dioperasikan busway khusus wanita. Tujuan-nya untuk melindungi wanita dari pelecehan seksual seperti dicolek, disentuh dibagian kewanitaannya,dll. Rencana-nya diluncurkan bulan april kemarin. Tapi syukurlah hal itu tidak terjadi. Kenapa?? Inilah salahsatu keburukan orang indonesia, tidak pernah tuntas menyelesaikan masalah yang ada tapi malah menambah masalah baru. Kenapa tidak membenahi infrastruktur yang ada dulu, misalnya jalur busway tidak pernah bisa streril dari kendaraan, masih ada beberapa titik jalan yang berlubang?? Trus, posisi menurunkan penumpang aja tidak pernah pas, ada jarak lebar yang lumayan, kalo gue cowok sih gak masalah, nah kalo nenek-nenek??

Tidak adanya pintu untuk menurunkan penumpang dan menaikkan penumpang, semua jadi satu tempat. Bisa dibayangin kan, gimana bejubel-nya antara penumpang yang mau naek sama yang mau turun. Uyel-uyelan gak karuan. Semua berebut ingin duluan, sampe2 petugas-nya teriak-teriak untuk mengingatkan. Belum lagi tuch petugas kena damprat penumpang.

Coba kalau rencana busway khusus wanita terealisasi, mau dibikinkan pintu sebelah mana untuk khusus wanita?? Lah, yang ada aja udah semrawut gitu.....

Yah..penumpang busway emang tidak punya pilihan selain naek busway, walaupun gak nyaman yang penting cepet nyampe-nya dan yang penting terjangkau kantong!!!

0 komentar: